Zamroni Ahmad : Bahasa Arab Adalah Bahasa Akhirat

 

Menyadarkan dan memotivasi sebanyak mungkin orang untuk belajar bahasa Arab sekaligus kita rangkaikan dengan preview atau pandangan sekilas mengenai materi materi bahasa Arab untuk menunjukkan kepda peserta bahwa bahasa Arab itu memang betul-betul mudah.

Dalam seminar yang di adakan Pusat Bahasa Arab (PBA) dan @LisanMulia di Gedung Graha 19, Kota Bogor, Sabtu (28-10-2017), pemateri Zamroni Ahmad menyampaikan betapa pentingnya bahasa Arab bagi umat Islam. Sebab bahasa Arab itu akan terpakai dan menjadi bahasa utama di akhir zaman.

“Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat penting dan wajib dipelajari bagi semua muslim. Namun terkadang bahasa Arab sering tidak dianggap penting oleh sebagian muslim”, kata Zamroni dalam materi seminarnya.

“Bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang dipakai seumur hidup. Bahkan di akhirat kelak pun bahasa Arab akan terap terpakai”, lanjut Zamroni.

Selama terus solat, masih berdoa, masih baca Alquran, masih mengikuti pengajian, maka selama itu pula kita akan memakai bahasa Arab. Karena dalam bacaan sholat mengunakan bahasa Arab, lafaz-lafaz doa juga mengunakan bahasa Arab, serta bacaan Alquran pun berbahasa arab.

“Sebetulnya bahasa Arab itu mudah untuk dipelajari, karena kita sudah terbiasa mendengarkan bahasa Arab bahkan kita pakai dalam interaksi setiap hari”, tukas Zamroni.

Namun dalam belajar, entah itu bahasa Arab ataupun pelajaran yang lain, keistiqomahan sangatlah penting, karena istiqomah adalah kunci kesuksesan belajar.

“Hanya satu syarat belajar bahasa Arab, yaitu istiqomah”, tegasnya.

 

FP

Menggengam Bahasa Arab Bersama Pusat Bahasa Arab

 

Aksi PBA (Pusat Bahasa Arab) dan LisanMulia untuk Menusantarakan bahasa Arab semakin nyata. Berbagai kelas pembelajaran bahasa Arab mulai mereka bentuk, begitupun dengan seminar-seminar motivasi untuk menyadarkan umat islam akan pentingnya bahasa Alquran dalam kehidupannya.

Yang teranyar, Sabtu, 28 Oktober 2017 @LisanMulia & @PusatBahasaArabID mengadakan Seminar dan Preview di Gedung Graha 19, Jalan KS Tubun No 19, Kota Bogor, dengan bertemakan “Bahasa Arab Ada di Genggamanmu”. Seminar tersebut di pandu langsung oleh pendiri PBA dan Lisan Mulia, Zamroni Ahmad.

Dengan adanya seminar ini diharapkan kepada semua umat Islam khususnya yang ada di Indonesia termotivasi dan sadar jika bahasa aArab itu mudah untuk dipelajari.

“Kegiatan seminar bahas Arab ini bertujuan untuk menyadarkan dan memotivasi sebanyak mungkin orang untuk belajar bahasa Arab sekaligus kita rangkaikan dengan preview atau padangan sekilas mengenai materi materi bahasa Arab untuk menunjukman kepda peserta bahwa bahasa Arab itu memang betul-betul mudah”, kata Zamroni di Gedung Graha 19.

Untuk membuktikan belajar bahasa Arab itu mudah, narasumber langsung ajak peserta mempraktekan apa yang sudah dibahas dalam materi sebelumnya. Peserta diajarkan untuk menyusun kalimat dalam bahasa Arab. Dan semua bisa mengerjakannya.

Alhasil semua peserta pun merasa terpuaskan dan semangat untuk belajar bahasa Arab. Hal itu terlihat ketika peserta disodorkan beberapa program belajar yang dibuka. Mereka pun menyatakan siap untuk belajar bahasa Arab.

Tak lupa sebelum acara diakhiri pemateri meberikan sebuah pesan berisi ajakan jika ingin menggengam bahasa Arab.

“Untuk dapat menggengam bahasa arab kita harus, segera mulai belajar dan jangan tunda belajar serta jaga keistiqomahan. Tetap bersama dalam komunitas, dan tak lupa mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk belajar agar kita selalu semangat dalam belajar”, tutupnya

 

 

FP

BAHASA ARAB GRATIS

Kalau ada yang bikin tulisan motivasi untuk belajar bahasa Arab, Anda jangan komen “ah ujung-ujungnya jualan program bahasa Arab”

Dari dulu para penyelenggara program bahasa Arab di mana-mana menggalakkan 4 jenis ini yang dikombinasikan:

1. Gratis. Malah peserta diberi fasilitas belajar, kadang fasilitas tempat tinggal dan makanan. Tanpa dipungut biaya, infaq, dlsb.

2. Gratis, namun ada infaq sukarela

3. Berbayar. Dan semua biaya pembayarannya kembali lagi untuk peserta. Tanpa ada profit, bahkan terkadang minus.

4. Profit Oriented. dimana di sini ada margin dan profit yang harus diatur. Karena para pengelola harus bisa lebih konsen dan fokus mengurus program bahasa Arab, jadi harus ada Ma’isyah yang memadai, cukup, bahkan berlebih.

Kami juga punya keempat jenis itu sekaligus.

Dan Anda, jika kesadaran untuk berbahasa Arab belum punya (Bahwa bahasa Arab itu Wajib, Bahwa Bahasa Arab itu faktor Kebangkitan, Bahasa Bahasa Arab adalah Bagian Esensial dari Tsaqafah Islamiyah), maka digratiskan pun belum tentu mau belajar.
☺️

05102017

(gambar hanya ilustrasi)

3 KESADARAN

Kalau sudah sadar akan 3 hal ini, niscaya takkan ada lagi yang menunda untuk belajar #bahasaArab.

1. Kesadaran bahwa bahasa Arab itu wajib. Imam Syafi’i mengatakan fardhu.
dan ingat, yang wajib itu bukan PINTAR nya. Tapi BELAJARnya.
dan juga, yang wajib dipelajari adalah bahasa Arab fushha, untuk keperluan tsaqofiyah.

2. Kesadaran bahwa bahasa Arab adalah bagian esensial dari Tsaqofah Islamiyah.
Tsaqofah adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang berdasar Aqidah. Beda dengan sains, yang bebas nilai.
Tsaqofah itu bahan dasar untuk membangun peradaban.
Kalau Rasul shallallaahu ‘alayhi wa sallam minta kita untuk Thalabul ‘ilmi, itu adalah ilmu Tsaqofah. Dan bahasa Arab termasuk di dalamnya.

3. Kesadaran bahwa bahasa Arab adalah salah satu faktor kebangkitan.
Salah satu doktrin yang kami dapatkan di awal hijrah dulu, adalah bahwa “Ditinggalkannya bahasa Arab menjadi satu dari empat faktor kemunduran umat Islam”.
Lalu kami bermain logika, “apakah kurang antusiasnya kita dalam mempelajari bahasa Arab, adalah salah satu faktor penghambat kemajuan dan kebangkitan?” Boleh jadi.

 

05102017

LAWAN!!!

Tak ada pilihan lain, kalau kita diserang, kecuali MELAWAN.

Termasuk jika diserang oleh berbagai perasaan negatif, yang bisa menghentikan konsistensi belajar #bahasaArab.
LAWAN!!!

Supply-lah persenjataan dan amunisi sebanyak mungkin yang bisa melumpuhkan kekuatan sang penyerang.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Duh, tempatnya jauh”. Lawan dengan senjata ini “TIDAK, tempatnya dekat”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Biayanya Mahal”. Lawan dengan senjata ini “TIDAK, biayanya terjangkau. Semoga Allah murahkan rezeki kami”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Lumayan juga ya, keluar ongkos angkot, ojek, dll”. Lawan dengan senjata ini “Aku yakin Allah akan menggantikan dg harta yg lebih baik”.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Capek juga ya belajar tiap minggu. Berjam2 lagi”. Lawan dengan senjata ini “Memang hanya rasa capek yg bisa membuat aku jadi mahir”.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Saya koq belum faham2 juga ya”. Lawan dengan senjata ini “Ah, ini baru sesi ke-20… masih ada 100 sesi lagi utk meningkatkan pemahaman”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Yaaah, teman2nya pada mundur. Tinggal saya sendirian”. Lawan dengan senjata ini “Berarti, sayalah orang pilihan, menjadi mutiara di tengah pasir”.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Hujan. Berat rasanya pergi”. Lawan dengan senjata ini “Semua cuaca, selama bukan bencana alam, adalah suasana yg tepat untuk belajar.. Yaa Allah lindungilah hambaMu”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Bahasa Arab tidak prioritas”. Lawan dengan senjata ini “Heiii, para Imam Mazhab berkata bahasa Arab WAJIB”

PENDEK KATA, apapun, dan siapapun yang menyerang mentalitas dan semangat kita, LAWAN!!!

Hanya PERLAWANAN yang membuat kita tangguh untuk dapat MENANG.

Dan jadikanlah semua orang yang tadinya menyerang, menjadi satu kubu dengan kita.
Jadi kalau ada yang mengatakan “Untuk apa sih belajar bahasa Arab?”, jangan malah dimusuhi.
Tapi jadikanlah ia berubah haluan menjadi Aktivis Bahasa Arab.

Jangan gampang Hand Up, Give Up, MENYERAH, sebelum melakukan perlawanan apa-apa.

Jangan Antum yang malah berpindah ke kubu penyerang:
– Belajar bahasa Arab cuma sekali-kalinya
– Infaq minimalis
– Hadirnya selalu terlambat
– Pulang selalu mau duluan
– Kerjaannya ngajak teman-teman lain berhenti belajar. Dan ngga bertanggung jawab memberi solusi.
– Ada kegiatan Kursus malah disuruh bubar
– Punya fasilitas tempat memadai tapi melarang orang adakan kursus di tempatnya, dengan dalih ini itu….

Kalau Antum seperti itu, maka Antum lah yang kini harus DILAWAN.
Sikap, Mental, dan Jiwa antum itu harus DILAWAN.

Dan Antum akan tetap menjadi lawan, hingga Antum kembali berpihak pada bahasa Arab….

☺️💪😀

02102017

6 Tips Sukses Belajar Bahasa Arab

1- Segera Belajar Bahasa Arab. Cobalah untuk belajar bahasa Arab, minimal 1 x 1 minggu, dan minimal selama 1 tahun. Hadir di setiap pertemuan. Siapapun gurunya dan apapun metodenya. Minimal kita dapat pahala dan barokah, insyaallah. Jika ada dana…ikut kursus yang ada biayanya. Jika tidak ada dana….ikut kursus yang gratisan.
Untuk mendapat kursus gratis gampang sekali. Kalau kita main ke Masjid lalu bertemu dengan orang berjanggut dan celana menggantung, smpaikan saja padanya “Pak, ana mau belajar bahasa Arab sama Bpk”. Kalau dia bilang “Saya juga tidak bisa”, maka langsung kita ajukan pertanyaan “Siapa ustadz yang bisa bahasaArab untuk kita belajar bahasa Arab padanya?”.
Dan syukur-syukur jika memang kita punya kenalan orang yang sudah pandai bahasa ARab.
Namun, kadgkala kita berjumpa orang yang bisa bahasa Arab tapi tidak PD mengajar. Maka kita usahakan minta waktunya. Sebetulnya, ia bisa mengajar. Cuma secara mental mungkin belum siap mengajar formal. Maka, kita setting pertemuannya untuk berbincang santai tentang bahasa Arab. Setiap pertemuan hanya diisi dengan bertanya tentang kosakata baru dan bagaimana rumus-rumus membaca kitab gundul serta menerjemahkannya….dan langsung ambil contoh-contoh paragraf yang hendak dianalisis cara membaca dan menerjemahkannya.

Jika, ada sebuah kelompok belajar yang kita ikuti, maka walaupun jumlah peserta berkurang, bahkan habis, tapi kita jangan berhenti sampai sang Ustadz yang menutup forum belajar itu hingga waktu yang tidak ditentukan.
Dan jika itu benar-benar terjadi, maka segera cari guru baru dengan cara seperti di atas.
Ingat, di awal belajar jangan pilih-pilih metode dan jangan pilih-pilih guru.
Memang Metode dan Guru itu menentukan.
Banyak orang yang mencari guru yang bagus dan metode yang bagus. Tapi tidak banyak orang yang MEMPERBAGUS keistiqomahannya dalam belajar.

 

2- Rajin Baca Buku. Jika dana cukup lebih bagus beli. Jika belum cukup, jangan ragu untuk pinjam sama teman.
Ingat, buku apapun bagus dan pantas serta layak dibaca. Karena memang, semua penulis pasti menyusun buku untuk dibaca dan dipelajari. Setiap buku yang ditulis tentang bahasa Arab pasti ada saja orang yang cocok dengan buku itu. Belum ada satu buku yang ditulis lalu tidak seorangpun yang meyukainya.
Maka, pasti ada 1 atau lebih di antara buku itu yang cocok untuk antum.
Pola baca yang ana sarankan adalah begini: baca perhalaman. Jika ada yang antum bingung dan tidak mengerti maka dilewati saja segera dan pindah ke halaman atau topik atau bagian berikutnya. Jika satu buku penuh antum baca dan tidak faham-faham juga, tidak mengapa dan jangan berkecil hati…segera cari buku yang lain.
Buku yang bagus untuk pemula adalah buku yang dikarang oleh orang Indonesia (bukan karya terjemahan), tidak berjilid-jilid (cukup yang satu jilid saja dulu. Bukan jilid satu dulu ya…tapi buku yang benar-benar satu jilid saja), dan bukunya tipis2 saja (jangan yang tebal-tebal dulu).

3- Sering Bertanya. Setiap bertemu dengan kebingungan apapun atau keingintahuan apapun terhadap bahass Arab, segera catat. Dan tanyakan pada siapapun dan dalam kesempatan apapun, yang menurut kita beliau fahm bahasa Arab.

4- Budaya Berbahasa Arab.
Kita harus mulai membiasakan diri untuk menghidupkan budaya Arab dalam keseharian kita. Ingat, bukan budaya versi orang Arab. tapi budaya versi Arab Islam.
a. Mulai dari kata-kata misalnya: kita sudah harus membiasakan mengucapkan “Ana” dan “antum”. kalau ketemu teman ucapkan “kayfa haluk?”, kalau berpisah sm teman “Fii amaanillah”, kalau ada orang datang ke tempat kita “Ahlan wa sahlan”, dst.
b. Di laptop atau komputer yang biasa kita pakai harus segera di-install program supaya bisa mengetik Arab. Sekarang sudah ada cara install atau aktifkan program mengetik Arab tidak sampai 5 menit
c. Tulisan-tulisan tangan kita, khususnya agenda harian kita sudah mulai dibiasakan beraksara Arab. mMisal kita mau tulis rencana hari ini
“Saya akan pergi silaturrahmi”
tulis dengan
أذهب إلى صلة الرحم
meskipun kaidah bhs Arabnya masih salah tapi tidak apa-apa. Ini nanti akan jadi kebiasaan yang luar biasa.
Contoh lain, kalau antum ada rencana hari ini mau khithbah akhowat, ketik saja
خطبة المرأة

5- Mengajar / Sharing. Agar jika telah mendapatkan pemahaman (walaupun belum utuh dan sempurna) segera ajarkan pada yang lain. Karena mengajar itu akan mengikat memori. Cara mengajarnya cukup dengan format bincang santai dengan teman-teman. Tidak mesti formal. Tapi nanti, apabila pemahaman kita sudah semakin baik, maka kita harus mengajar secara formal dan intensif. Formal di sini artinya tidak harus berupa lembaga. Cukup kita kirim info kepada teman-teman, seperti ini “Yang mau belajar bahasa Arab, silakan datang pada hari jumat jam 06.00 WIB di rumah Ust Ahmad Dandung, Materi Ilmu Nahwu dan Shorof dasar. Gratis“.
Kalau sebuah kelompok yang kita ajar lalu bubar dalam waktu singkat, maka dalam waktu singkat juga kita harus segera mencari murid baru lagi.
Kegiatan mengajar ini jangan sampai berhenti.
Ana punya pengalaman pribadi, dan ana juga punya pngalaman memperhatikan teman-teman yang kami bina….bahwa dengan mengajar mereka lebih pesat perkembangannya.
Maka, ana punya pesan “mengajar intensif 1 tahun hasilnya bisa jadi akan sama dengan kalau kita hanya belajar selama 10 tahun. dan mungkin akan lebih baik lagi“.
Sudah merupakan axioma, bahwa orang yang mengajar pasti akan terdorong untuk lebih giat belajar. Dan dengan mengajar maka seseorang akan mendapatkan banyak pengalaman menghadapi berbagai macam pertanyaan dari peserta…ini membuat dia akan menjadi tambah kaya ilmu.

6- Doa. Berdoa yang ikhlas, tulus serta sungguh-sungguh. Dan juga doakan teman kita dan sebutkan namanya seperti ini “Yaa Allah, mudahkanlah Saudin, Mas Kholil, Bang Ihsan, Haji Wandy, Kang Yogi, Iwan Abu Nabila, Hardiman, Laode Tamrin, Ja’far Sandi, Bang Febri Jo, Pak Irfan NGP, untuk bisa bahasa Arab dengan baik“. Karena doa yang baik-baik akan diaminkan Malaikat dan akan diaminkan juga agar kita mendapat kebaikan yang sama

Dmikian, 6 TIPS untuk Sukses belajar bahasa Arab

“Bahasa Arab itu Penting, Mudah dan Menyenangkan”

 

Dikembangkan dari tulisan yang kami share tertanggal 07-10-2010

 

KIAT BERKONTRIBUSI PADA PROGRAM BAHASA ARAB

Yang harus hadir di jiwa pembelajar bahasa Arab itu salah satunya mentalitas Kontributif.

Harus militan dalam menghadirkan ide-ide kreatif untuk berkontribusi.

Jangan sampai menjadi pribadi yang terlena dalam ke-Dha’if-an kompleks seperti ini:
1. Ikut belajar Gratis
2. Fasilitas minta disamakan
3. (mending kalau rajin hadir. lha gimana kalau) Jarang hadir.
4. Banyak protesnya daripada mengerjakan latihannya.

= = = = =

Ini diantara kiat untuk tetap maksimal dalam berkontribusi, walau tidak dalam bentuk biaya, atau biaya tidak besar…misalnya begini:

Kalau Antum berkeinginan kuat untuk ikut suatu program dan tidak punya biaya, kemukakan saja kesiapan Antum untuk bantu-bantu sebar brosur, atau beres-beres ruang acara baik sebelum atau sesudah acara, dll


Kalau Antum serius ingin ikut dan berniat menunaikan pembayaran SPP suatu program, namun dana belum ada…maka Antum bisa ajukan dispensasi untuk diberi kelonggaran waktu pembiayaan. Minta waktu sampai beberapa bulan. Dan selama itu, Antum coba lakukan usaha-usaha yang menghasilkan. Seperti menjualkan buku, dll. Jadi, Antum sengaja mencari obyekan sampingan demi bisa berkontribusi di bahasa Arab.


Kalau biaya satu kelas adalah Rp 30 juta untuk satu paket, Antum bisa bantu cari donatur.
Atau Antum bantu rekrut peserta misalnya sebanyak 50 orang. Agar beban masing-masing peserta jadi ringan @ Rp 600 rb saja per orang.


Jika Antum punya keahlian di Sosmed, Copywriting, Marketing, Design, dll, maka optimalkanlah itu untuk membantu penyebaran dan sosialisasi program bahasa Arab yang Antum ikuti.

Pendek kata, berkontribusilah. Lalu nikmati program bahasa Arab itu hingga Antum benar-benar mahir berbahasa Arab.

Itu dalam posisi Antum sedang terbatas finansial.
Kalau Antum sedang di posisi finansial yang baik, TUNGGU APALAGI. Lakukanlah sesuatu.

Jangan biarkan Sang Guru, atau pengelola program bahasa Arab itu berjuang sendiri.
Yang itu artinya kesempatan berbuat baik terlewat begitu saja tanpa Antum berkontribusi sedikit pun….dalam bentuk apapun.

ZA

Pelajaran 66: Serial Baca Kitab Tak Berharokat (bagian 4)

Rahasia keempat:

4. Perhatikan Pola / Pattern ini:

a. maf’ul, مَفْعُوْلٌ

dan ini:

b. faa’il, فَاعِلٌ

Kata-kata berikut ini dibaca mengikuti pola point “a”

معلوم, معمور, مسبوق, مخلوق

tepat sekali, bacaannya adalah ma’lum, ma’mur, masbuq, dan makhluq

 

Adapun kata-kata berikut ini bacaan harokatnya seperti pola point “b”
عالم, فاتح, ناصر, ظالم

bacaannya ‘alim, fatih, nashir, zhalim

~~~

Sila tebar manfaat ilmu ini.

Wassalaam

Pelajaran 65: Serial Baca Kitab Tak Berharokat (bagian 3)

Rahasia ketiga:

3. Perhatikan Pola / Pattern ini:

a. taf’iil, تَفْعِيْلٌ

dan ini:

b. istif’al, اِسْتِفْعَالٌ

Kata-kata berikut ini dibaca mengikuti pola point “a”
تعليم, تسبيح, تقدير, ترتيب, تعمير

ya, benar, bacaannya adalah ta’lim, tasbih, taqdir, tartib, ta’mir (memakmurkan)

Adapun kata-kata berikut ini bacaan harokatnya seperti pola point “b”
استغفار, استقلال, استنجاء, استمرار

betul sekali, bacaannya istigfar, istiqlal (independence), istinjaa`, istimrar (continue)

~~~

Sila tebar manfaat ilmu ini.

Wassalaam