“Mestinya, Ustadzah dan Ustadznya Ikhlash aja mengajar bahasa Arab. Ngga usah menuntut bayaran. Insyaallaah akan ada rezeki Allah dari arah yang tidak disangka-sangka. Nanti ilmunya akan jadi pahala yang mengalir walau Ustadzah dan Ustadznya telah tiada. Kalau ada niatan duniawi, nanti pahala mengajarnya hilang lho. Seperti Kyai-kyai di pesantren itu lho, gratis. Kalau masih menetapkan ada kontribusi, kita cari guru lain aja.”

======

Sungguh mulia sekali tawsiyahmu duhai Calon Murid.

Demikian pula engkau, yang seyogyanya ikhlash belajar.
Jangan persoalkan lagi soal bayaran.
Karena berapapun yang kau infaqkan, takkan menyengsarakanmu.
Insyaallaah, setiap infaqmu akan diganti dengan rizqi yang lebih baik, dan dari arah yang tak disangka-sangka.
Kalau engkau tak ikhlas belajar dan tak redha dalam berinfaq, engkau takkan dapat 3 hal: (1) Tak dapat ilmu, (2) Tak dapat pahala belajar, dan (3) Tak dapat pahala berinfaq.

Baiklah, kami takkan memintamu bayaran. Engkaupun jangan juga meminta waktu kami secara rutin. Apalagi secara rutin datang ke tempat engkau. Jika kami ada waktu, kami akan datang. Karena, kami juga harus alokasikan waktu untuk mencari nafkah.

Sewaktu-waktu engkau ada waktu, datanglah ke tempat kami. Jika kami ada di tempat, bersyukurlah. Dan kami akan layani engkau sebaik mungkin.
Jika kami tidak di tempat, bersabarlah.
Kalaupun kami tak di tempat, pulanglah kembali. Kedatanganmu takkan sia-sia. Sebab, setiap langkah kaki akan diganjar oleh Allah sebagai bagian dari Thalabul ‘ilmi.

Jikalau engkau masih menuntut kami, namun kami tak boleh menuntut engkau, memang lebih bagus jika engkau mencari guru lain. Karena yang ingin belajar pada kami juga tengah menunggu kursi kosong.

Kalaupun engkau ingin menyamakan kami dengan Kyai-kya di Pesantren, mestinya engkau persiapkan diri juga untuk menjadi pribadi seperti Santri-santri di pesantren. Santri yang mondok, yang berkhidmat pada kyainya, yang terikat 24 jam dengan peraturan pondok, yang siap makan seadanya, yang siap tidur di ruang-ruang tak berdinding, siang nya panas, malamnya dingin, ditemani nyamuk ganas, siap antri berjam-jam di depan toilet, dan tak boleh pegang gadget.

Sekali lagi, duhai Calon Murid….terima kasih atas Tawsiyah yang engkau berikan.

 

==========

22032016