Yang muslim dan ahli manajemen, mestinya paling bisa me-manage waktu untuk mengembangkan kemampuan bahasa Arab pada dirinya.

Yang muslim dan konsultan / pegiat parenting, seyogyanya paling terdepan dalam menguasai bahasa Arab dan kemudian ditanamkan kepada putra putrinya.

Yang muslim dan motivator / inspirator, pasti tahu bagaimana memotivasi diri untuk sukses bahasa Arab.

Yang muslim dan aktivis dakwah, sepatutnya nomor satu dalam menyadari pentingnya untuk segera menguasai bahasa Arab.

Yang muslim dan pengusaha, biasanya faham betul pentingnya berinvestasi demi kemajuan dirinya perihal bahasa Arab

Jika tidak, izinkan kami untuk ragukan kapasitasnya sebagai ahli manajemen, pegiat parenting, motivator / inspirator, aktivis dakwah, dan pengusaha.

Sebab, rasanya tidak mungkin seorang muslim yang ahli manjemen mengatakan “saya tidak punya waktu”.

Rasanya sulit dibayangkan seorang muslim yang pegiat parenting mengatakan “anak-anak tidak usah diajarkan bahasa Arab, yang penting sholeh”.

Rasanya tak dapat diterima akal sehat jika seorang muslim yang motivator berucap “saya mau, tapi jaga istiqomah itu yang sulit”.

Rasanya berat untuk memahami jika ada aktivis dakwah berseloroh “yang utama adalah Islam tegak di muka bumi, bukan bahasa Arab ”

Dan rasanya tak dapat dipercaya jika seorang penguasaha berkata “apa ya untungnya saya belajar bahasa Arab?”.

===========

Ayo, waktunya belajar dan mengembangkan diri.
Bukan waktunya beralasan.
Semua pertanyaan yang kita ajukan ada jawabannya. Search saja di internet. Tersebar luas info tentang berbagai lembaga kursus, metode, guru, biaya, tempat, dll.

21022016