Mempelajari bahasa Arab merupakan perkara yang sangat urgen. Kesadaran akan agamalah yang mendorong saya belajar mempelajari bahasa Nabi kita, bahasa para sahabat Rasul, yang mana dengan bahasa Arablah Islam tersebar hingga sampailah kepada kita. Sebab bahasa Arab adalah bahasa Alquran. Itu salah satu motivasi saya belajar bahasa Arab yang mana mula-mula saya mulai belajar intensif di salah satu ma’had di Bandung yaitu Ma’had al-Imarat tempat belajar bahasa Arab dan kajian Islam.

Saya mulai ikut saringan masuk tujuannya untuk mengetahui sampai dimana kemampuan bahasa kita. Maklum saja sebelumnya saya pernah belajar dasar-dasar Nahwu dan Shorof di beberapa pesantren, tapi ternyata tetap tidak meningkatkan kemampuan bahasa saya. Setelah umur tidak lagi muda saya baru tersadarkan akan hal itu. Pada masa itu umur saya sudah 24 tahun yang mana sudah tidak ideal sebenarnya untuk belajar intensif karena fikiran sudah banyak bercabang diantaranya mau menikah…

Alhamdulillah saya diterima masuk Ma’had al-Imarat di level Tamhidi yang mana itu level untuk beginer (pemula). Kesulitan-kesulitan di awal ada juga meskipun ini level dasar sebab salah satu sebab kita mengalami kesulitan antara lain kita tidak mau berusaha mempraktekannya di samping mengahafal dan mempraktekkan mufradat serta ungkapan-ungkapan bahasa Arab melalui uslub-uslub percakapannya.

Sama seperti bahasa lainya pada umumnya, kemampuan bahasa kita tidak terlepas dari 4 unsur utama yaitu kalau dalam bahasa inggris disebut listening, speaking, reading dan writing. Dalam bahasa arab pun sama yaitu as sima’, al qiraah, al kalam dan al kitabah.

Kemahiran berbahasa ini mesti dikuasai sehingga memudahkan kita untuk mengikuti tahapan selanjutnya dan alhamdulillah melalui institusi pendidikan tersebut saya berhasil melaluinya dan dapat lulus mumtaz (nilai terbaik) sampai akhir. Itu semua karena dorongan keyakinan dan kecintaan kita kepada Islam sehingga berupaya mau meng-upgrade level keilmuan kita, sebab bahasa Arab merupakan kunci dalam mengkaji disiplin ilmu-ilmu Islam yang lain seperti Alquran, hadits, tafsir, aqidah, dan lain-lainnya.

Kesimpulannya dalam mempelajari bahasa Arab kita mestinya sentiasa berinteraksi dengan Alquran, belajar di satu tempat khas sama ada (sama saja, red.) online atau offline yang terpenting kita membiasakannya, sebab bahasa adalah kebiasaan sehingga kita mesti mau meluangkan waktu setiap hari belajar dengan kawan. Jangan sendirian, nanti susah meningkatkan kemmapuannya.

Saya harap kelak bahasa Arab ini menjadi salah satu wasilah dalam mempersatukan umat Islam. Sehinnga mereka sama-sama mengambil perhatian akan urgensi bahasa Arab sebagai kekuatan Islam dan umat. Diantara sebab kemunduran umat Islam ini antara lain mereka meninggalkan perkara penting ini yang mana bahasa Arab ini merupakan salah satu syarat ijtihad. Sehingga apabila mereka melalaikan bahasa Arab, sama saja mereka melalaikan ijtihad dalam syariat yang mana akan menjadikan sebuah kemunduran buat umat.
Satu lagi gara-gara wasilah bahasa Arab pulak saya dapat jodoh di negeri jiran.. hehe

 

*Seperti yang dituturkan langsung oleh Ustadz Abu Sofea pada redaksi