Jika kita belajar bahasa apapun di luar bahasa Ibu kita, maka kita pasti akan mempelajari tiga hal ini sekaligus secara simultan dan dalam durasi waktu yang terukur:

1- Belajar mengenal Abjad atau Alphabet
2- Belajar membaca dengan benar (pronounciation)
3- Belajar memahami makna

Misalnya kita belajar bahasa Inggris.
1- Belajar mengenal Abjad atau Alphabet:

a, b, c, d, e, dan seterusnya

2- Belajar membaca dengan benar (pronounciation):

walking in the rain

dibaca: wolking in de rein

3- Belajar memahami makna

arti kalimat di atas adalah : berjalan di tengah hujan

Proses seperti ini biasanya memang berlangsung secara langsung. Tak tertunda.

Namun rasanya fakta berbeda terjadi dalam proses belajar bahasa Arab atau bahasa Alquran.

Mari kita ingat kembali….

1- Belajar mengenal Abjad atau Alphabet:

أ, ب, ت, ث, ج…….

Alif, Ba, Ta, Tsa, Jim dan seterusnya

2- Belajar membaca dengan benar (pronounciation):

يَمْشِي تَحْتَ المَطَرِ

bacaannya adalah: yamsyiy tahtal mathar

3- Belajar memahami makna

????????

Kebanyakan kita sudah menguasai keterampilan Mengenal Abjad / Alphabet dan Cara Membaca itu sudah sejak kanak-kanak.

Namun kita setelah tahu cara membaca (Alquran) tidak langsung diteruskan dengan belajar memahami makna.
Itu sebabnya hampir di semua lembaga belajar baca Alquran tingkat kanak-kanak dilangsungkan Wisuda bagi santri yang telah bisa baca Alquran. Karena dianggap sudah selesai proses belajarnya.

Padahal sebenarnya, baru bisa membaca adalah baru sebagian proses. Belum usai. Masih ada tahap ke tiga yakni MEMAHAMI MAKNA, yang justru ini merupakan hal terpenting dari proses belajar bahasa (Arab).

Yang terjadi juga, seringkali, jarak antara BISA MEMBACA dan MEMAHAMI makna terpaut cukup jauh.
Kita sudah bisa membaca Alquran di umur 10 tahun misalkan. Lalu kita baru belajar bahasa Arab lagi (untuk memahami makna Alquran) di umur 30 tahunan mungkin.

Ada apakah gerangan? Mengapa kita sering menghentikan proses belajar Bahasa Arab (Alquran) kita hanya sampai sebatas bisa Membaca saja?

Mari kita lanjut kembali cerita ini. Mari sambung kembali prosesnya. Tak ada kata terlambat.

Dan untuk anak-anak kita, kita tanamkan kebiasaan sejak dini untuk mencintai bahasa Arab. Jangan biarkan mereka menghentikan proses belajar Makna dari Bacaan Alquran yang mereka sudah kuasai.

6 Mei 2015