Tak ada pilihan lain, kalau kita diserang, kecuali MELAWAN.

Termasuk jika diserang oleh berbagai perasaan negatif, yang bisa menghentikan konsistensi belajar #bahasaArab.
LAWAN!!!

Supply-lah persenjataan dan amunisi sebanyak mungkin yang bisa melumpuhkan kekuatan sang penyerang.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Duh, tempatnya jauh”. Lawan dengan senjata ini “TIDAK, tempatnya dekat”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Biayanya Mahal”. Lawan dengan senjata ini “TIDAK, biayanya terjangkau. Semoga Allah murahkan rezeki kami”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Lumayan juga ya, keluar ongkos angkot, ojek, dll”. Lawan dengan senjata ini “Aku yakin Allah akan menggantikan dg harta yg lebih baik”.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Capek juga ya belajar tiap minggu. Berjam2 lagi”. Lawan dengan senjata ini “Memang hanya rasa capek yg bisa membuat aku jadi mahir”.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Saya koq belum faham2 juga ya”. Lawan dengan senjata ini “Ah, ini baru sesi ke-20… masih ada 100 sesi lagi utk meningkatkan pemahaman”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Yaaah, teman2nya pada mundur. Tinggal saya sendirian”. Lawan dengan senjata ini “Berarti, sayalah orang pilihan, menjadi mutiara di tengah pasir”.

Ketika pikiran ini yang menyerang “Hujan. Berat rasanya pergi”. Lawan dengan senjata ini “Semua cuaca, selama bukan bencana alam, adalah suasana yg tepat untuk belajar.. Yaa Allah lindungilah hambaMu”

Ketika pikiran ini yang menyerang “Bahasa Arab tidak prioritas”. Lawan dengan senjata ini “Heiii, para Imam Mazhab berkata bahasa Arab WAJIB”

PENDEK KATA, apapun, dan siapapun yang menyerang mentalitas dan semangat kita, LAWAN!!!

Hanya PERLAWANAN yang membuat kita tangguh untuk dapat MENANG.

Dan jadikanlah semua orang yang tadinya menyerang, menjadi satu kubu dengan kita.
Jadi kalau ada yang mengatakan “Untuk apa sih belajar bahasa Arab?”, jangan malah dimusuhi.
Tapi jadikanlah ia berubah haluan menjadi Aktivis Bahasa Arab.

Jangan gampang Hand Up, Give Up, MENYERAH, sebelum melakukan perlawanan apa-apa.

Jangan Antum yang malah berpindah ke kubu penyerang:
– Belajar bahasa Arab cuma sekali-kalinya
– Infaq minimalis
– Hadirnya selalu terlambat
– Pulang selalu mau duluan
– Kerjaannya ngajak teman-teman lain berhenti belajar. Dan ngga bertanggung jawab memberi solusi.
– Ada kegiatan Kursus malah disuruh bubar
– Punya fasilitas tempat memadai tapi melarang orang adakan kursus di tempatnya, dengan dalih ini itu….

Kalau Antum seperti itu, maka Antum lah yang kini harus DILAWAN.
Sikap, Mental, dan Jiwa antum itu harus DILAWAN.

Dan Antum akan tetap menjadi lawan, hingga Antum kembali berpihak pada bahasa Arab….

☺️πŸ’ͺπŸ˜€

02102017