Mungkin biasa kita temukan pertanyaan ini “ilmu koq dijual sih?”, saat melihat ada kursus bahasa Arab yang mencantumkan informasi program dan biayanya.

Ini, sebetulnya, pertanyaannya saja sudah salah. Dan penanya sendiri, tidak tahu kenapa dia bertanya seperti itu. Karena, sebetulnya, intinya, ia ingin belajar gratis. Dan gratis pun belum tentu ia akan rajin hadir.

Karena sudah sejak zaman old, yang namanya kegiatan belajar mengajar itu menetapkan iuran. Ikutilah program TKA/TPA, ada kan biaya nya? Masuk Madrasah Ibtidaiyyah, ada juga kan biayanya? Kemudian lanjut ke MTs, MA, hingga Fakultas-fakultas agama Islam, semua ada bayarannya kan? Kenapa pertanyaan serupa tidak diajukan ke lembaga-lembaga penyelenggara itu.

Lihat saja buku-buku yang membahas tentang agama Islam, mulai dari tafsir, hadits, fiqh, siroh, dll. Semuanya harus dibeli bukan? Kenapa tidak ditanyakan kepada produsen, penerbit, hingga penjualnya “ilmu koq dijual?”.

Mungkin Anda akan mengelak “iya, itu kan sekolah, itu kan kampus, itu kan buku, wajar dong kalau ada bayaran.” Lantas apa bedanya? Bukankah sama-sama menyebar ilmu.

Nah, di sini diperlukan adanya kejernihan berfikir. Bahwa yang dibayar itu bukan ilmunya. Karena ilmu, mau dibayar sebesar apapun, tetap takkan sebanding dengan ilmu itu sendiri. Ingin ditimbang dengan emas seluas kolam pun ilmu tetap jauh lebih berharga. Yang dibiayai itu bukan ilmunya, namun metodenya, manajemennya, fasilitasnya, kompensasi waktu yang disediakan oleh para pengajarnya.

Kalau Anda ketemu seorang guru bahasa Arab, lalu bertanya-tanya tentang berbagai hal mengenai bahasa Arab, mana mungkin itu berbayar. Kalau Anda kirim WA, dan bertanya tentang suatu bab dalam bahasa Arab yang Anda tidak mengerti, itu mana ada tarifnya.

Jadi, kalau benar-benar ingin serba gratis, dan tak keluar dana sepeser pun, lakukan cara ini:

  1. Download materi-materi pelajaran bahasa Arab di internet
  2. Print out bahan-bahan itu.
  3. Baca dan fahami sendiri isinya.
  4. Jika ada isi yang membingungkan, segera tanya pada yang lebih faham.
  5. Pinjam buku-buku bahasa Arab dari teman. Baik buku teori, maupun buku bacaan. Lalu foto copy buku-buku itu.
  6. Praktekkan teori yang Anda pelajari tadi melalui buku-buku teman yang sudah Anda copy itu.
  7. Setiap ada kajian yang diisi oleh Syaikh dari Arab, hadirilah. Untuk semakin menguatkan dan membiasakan pemahaman Anda terhadap bahasa Arab.
  8. Setiap ada training, seminar, atau program apapun yang gratisan, bergegaslah untuk menghadirinya. Jangan banyak alasan. Karena bukankah, itu agenda yang paling Anda tunggu. 🙂

Begitu seterusnya. Download lagi materi-materi baru dari internet, pinjam lagi buku-buku baru teman Anda, dan hadiri lagi kajian-kajian berbahasa Arab. Maka Anda akan memiliki kekayaan pemahaman yang terus bertambah. Terus meningkat. Dan itu Anda dapatkan secara gratis.

Eh, tapi tunggu dulu. Rupanya ada yang tidak gratis: biaya internet, biaya foto copy, dan biaya naik angkot ke lokasi pengajiannya Syaikh, biaya beli pulsa atau quota untuk memudahkan tanya jawab ke teman yang sudah pintar bahasa Arab.

Tapi mudah-mudahan aja tukang internet, penjual pulsa, tukang foto copy, supir angkot, itu bisa diajak bicara baik-baik “bang, demi ilmu nih, jangan dijual dong. Gratis ya”.