Belajar Bahasa Arab di 10 Tempat Kursus Koq Ngga Mahir-mahir Juga Ya?!

Belajar Bahasa Arab di 10 Tempat Kursus Koq Ngga Mahir-mahir Juga Ya?! Ya, karena belum latihan.

 

BELAJAR itu menghasilkan PEMAHAMAN,
sedeangkan LATIHAN itu menghasilkan KEMAHIRAN.

Belajar itu bisa diringkas.
Latihan itu harus komitmen selama mungkin, bahkan perlu seumur hidup.
Sebagai contoh, belajar cara membawa mobil bisa di ruang kelas.
Tapi jangan berlama-lama di ruang kelas
karena belajar baru hanya menghasilkan pemahaman.
Adapun untuk mahir membawa mobil maka yang diperlukan adalah LATIHAN….terjun langsung ke jalanan dan berada di belakang setir. Dan itu perlu waktu yang panjang.

Contoh lain, belajar bahasa Arab bersama kami tak butuh waktu lama….
Kami akan bagikan pelajarannya selama 4 s.d 8 jam.

Dan kami akan memberikan TIPS bagaimana agar kita semua bisa mahir bahasa Arab, dengan latihan-latihan praktis; dan TIPS bagaimana agar komitmen belajar dan berkembang selama mungkin…kalau perlu seumur hidup. Apapun latar belakang pendidikan kita dan apapun profesi kita.

Insyaa`allaah

16-9-2012

Pelajaran 74 : Serial Baca Kitab Tak Berharokat (bagian 12)

 

Semua kata yang berkududukan sebagai Subyek (Pelaku) atau Fa’il dalam kalimat / ayat, maka huruf terakhirnya dibaca Dhammah.

misal,


Allah berfirman, qaala-lLaah[u]

قال اللهُ

Allah sebagai Subyek.


Ustadz sudah masuk, dakhala-l-ustadz[u]

دَخَلَ الأُسْتَاذُ

al Ustadz[u] sebagai Subyek


Dokter menyuntik pasien, haqana-th-thabiib[u] al mariidha

حَقَنَ الطَّبِيْبُ المَرِيْضَ

ath Thabiib[u] sebagai Subyek

Sekarang jangan ragu lagi ya, kalau sudah memastikan sebuah kata sebagai Subyek (pelaku) atau Fa’il dalam kalimat, maka bacaan akhir katanya Dhammah. OK

 

4 JAM AJA BISA APALAGI 1 TAHUN

Kami biasa adakan training bahasa Arab berdurasi hanya 4 jam.

Banyak yang bertanya “Training bahasa Arab 4 jam apa bisa?”

Kami jawab: “Kami juga tidak pernah training bahasa Arab tapi bisa. Alhamdulillah. Jadi 4 jam itu pun sudah cukup lama”

– – – –

Perlu diketahui, training 4 jam adalah langkah awal.
Yang diperlukan selanjutnya adalah Membiasakan. Bertahun-tahun proses praktik, bertanya, membaca literatur, dll.

Kenapa perlu waktu bertahun-tahun bahkan kalau perlu seumur hidup? Karena, jangankan yang bukan bahasa Ibu kita, seperti bahasa Arab ini, sedangkan bahasa Ibu kita sendiri kalau lama tidak kita biasakan lagi pun akan lenyap.

Lihat bagaimana ayahnya Kim Jeffry Kurniawan yang sudah puluhan tahun tinggal di Jerman. Bahasa Indonesianya sudah tidak jelas lagi. Juga Daniel Sahuleka (nyong Ambon) yang sejak kecil di Belanda, sudah terbata-bata ngomong Indonesianya.

Atau Prof BJ Habibie, kami selalu teringat kata ini dari beliau “TEKHNOLOKHI” ketika menyebut kata “Tehnologi”. Itu saking lamanya di Jerman.

Jadi, jangan lagi persoalkan berapa lama program perdana yang diikuti pada start awalnya. Tapi perlu dipikirkan benar-benar bagaimana menghadirkan energi belajar dan praktik yang memiliki daya tahan lama hingga kuat sepanjang hayat.

 

perluasan FB 08122011