Belajar Bahasa Arab di 10 Tempat Kursus Koq Ngga Mahir-mahir Juga Ya?!

Belajar Bahasa Arab di 10 Tempat Kursus Koq Ngga Mahir-mahir Juga Ya?! Ya, karena belum latihan.

 

BELAJAR itu menghasilkan PEMAHAMAN,
sedeangkan LATIHAN itu menghasilkan KEMAHIRAN.

Belajar itu bisa diringkas.
Latihan itu harus komitmen selama mungkin, bahkan perlu seumur hidup.
Sebagai contoh, belajar cara membawa mobil bisa di ruang kelas.
Tapi jangan berlama-lama di ruang kelas
karena belajar baru hanya menghasilkan pemahaman.
Adapun untuk mahir membawa mobil maka yang diperlukan adalah LATIHAN….terjun langsung ke jalanan dan berada di belakang setir. Dan itu perlu waktu yang panjang.

Contoh lain, belajar bahasa Arab bersama kami tak butuh waktu lama….
Kami akan bagikan pelajarannya selama 4 s.d 8 jam.

Dan kami akan memberikan TIPS bagaimana agar kita semua bisa mahir bahasa Arab, dengan latihan-latihan praktis; dan TIPS bagaimana agar komitmen belajar dan berkembang selama mungkin…kalau perlu seumur hidup. Apapun latar belakang pendidikan kita dan apapun profesi kita.

Insyaa`allaah

16-9-2012

4 JAM AJA BISA APALAGI 1 TAHUN

Kami biasa adakan training bahasa Arab berdurasi hanya 4 jam.

Banyak yang bertanya “Training bahasa Arab 4 jam apa bisa?”

Kami jawab: “Kami juga tidak pernah training bahasa Arab tapi bisa. Alhamdulillah. Jadi 4 jam itu pun sudah cukup lama”

– – – –

Perlu diketahui, training 4 jam adalah langkah awal.
Yang diperlukan selanjutnya adalah Membiasakan. Bertahun-tahun proses praktik, bertanya, membaca literatur, dll.

Kenapa perlu waktu bertahun-tahun bahkan kalau perlu seumur hidup? Karena, jangankan yang bukan bahasa Ibu kita, seperti bahasa Arab ini, sedangkan bahasa Ibu kita sendiri kalau lama tidak kita biasakan lagi pun akan lenyap.

Lihat bagaimana ayahnya Kim Jeffry Kurniawan yang sudah puluhan tahun tinggal di Jerman. Bahasa Indonesianya sudah tidak jelas lagi. Juga Daniel Sahuleka (nyong Ambon) yang sejak kecil di Belanda, sudah terbata-bata ngomong Indonesianya.

Atau Prof BJ Habibie, kami selalu teringat kata ini dari beliau “TEKHNOLOKHI” ketika menyebut kata “Tehnologi”. Itu saking lamanya di Jerman.

Jadi, jangan lagi persoalkan berapa lama program perdana yang diikuti pada start awalnya. Tapi perlu dipikirkan benar-benar bagaimana menghadirkan energi belajar dan praktik yang memiliki daya tahan lama hingga kuat sepanjang hayat.

 

perluasan FB 08122011

 

KIAT BERKONTRIBUSI

Yang harus hadir di jiwa pembelajar bahasa Arab itu salah satunya mentalitas Kontributif.

Harus militan dalam menghadirkan ide-ide kreatif untuk berkontribusi.

Jangan sampai menjadi pribadi yang terlena dalam ke-Dha’if-an kompleks seperti ini:
1. Ikut belajar Gratis
2. Fasilitas minta disamakan
3. (mending kalau rajin hadir. lha gimana kalau) Jarang hadir.
4. Banyak protesnya daripada mengerjakan latihannya.

= = = = =

Ini diantara kiat untuk tetap maksimal dalam berkontribusi, walau tidak dalam bentuk biaya, atau biaya tidak besar…misalnya begini:

Kalau Anda berkeinginan kuat untuk ikut suatu program dan tidak punya biaya, kemukakan saja kesiapan Anda untuk bantu-bantu sebar brosur, atau beres-beres ruang acara baik sebelum atau sesudah acara, dll


Kalau Anda serius ingin ikut dan berniat menunaikan pembayaran iuran suatu program, namun dana belum ada…maka Anda bisa ajukan dispensasi untuk diberi kelonggaran waktu pembiayaan. Minta waktu sampai beberapa bulan. Dan selama itu, Anda coba lakukan usaha-usaha yang menghasilkan. Seperti menjualkan buku, dll. Jadi, Anda sengaja mencari obyekan sampingan demi bisa berkontribusi di bahasa Arab.


Kalau biaya satu kelas adalah Rp 30 juta untuk satu paket, Anda bisa bantu cari donatur.
Atau Anda bantu rekrut peserta misalnya sebanyak 50 orang. Agar beban masing-masing peserta jadi ringan @ Rp 600 rb saja.


Jika Anda punya keahlian di Sosmed, Copywriting, Marketing, Design, dll, maka optimalkanlah itu untuk membantu penyebaran dan sosialisasi program #bahasaArab yang Anda ikuti.

Pendek kata, berkontribusilah. Lalu nikmati program bahasa Arab itu hingga Anda benar-benar mahir berbahasa Arab.

Itu dalam posisi Anda sedang terbatas finansial.
Kalau Anda sedang di posisi finansial yang baik, TUNGGU APALAGI. Lakukanlah sesuatu.

Jangan biarkan Sang Guru, atau pengelola program bahasa Arab itu berjuang sendiri.
Yang itu artinya kesempatan berbuat baik terlewat begitu saja tanpa Anda berkontribusi sedikit pun….dalam bentuk apapun.

10 Okt 17

BISA DINEGO

Sering kami katakan, bahwa modal dasar untuk sukses belajar bahasa Arab itu adalah KEMAUAN dan KEISTIQOMAHAN. Sebab, kalau sudah tidak MAU belajar, dan tidak ISTIQOMAH belajar, maka modal-modal lain, sebesar apapun takkan berguna. Sebaliknya, kalau MAU dan ISTIQOMAH, perkara-perkara lain yang sekilas nampak berat, akan terasa sangat mudah.

Misalnya soal biaya. Jika Anda sudah benar-benar ingin belajar bahasa Arab, dan sudah bertemu wadah, metode, dan pengajar yang cocok, maka segeralah mendaftar. Mengenai biaya, lakukan 3 cara ini:

  1. Kalau punya dana, jangan ragu untuk menyerahkan biayanya.
  2. Kalau dana minim, minta dispensasi untuk mengangsurnya. Atau minta discount.
  3. Kalau benar-benar tidak ada ada, untuk keperluan sehari-hari aja susah, maka ajukan diri untuk memberi kompensasi lain. Seperti misalnya, Anda menawarkan diri untuk menjadi asisten pengajar, staff administrasi, marketing, dll.

Jangan langsung memutuskan mundur sendiri. Ini kan sama-sama mencari kebaikan dan manfaat. Jadi, semuanya pasti bisa dibicarakan. Bisa dinego.

Menunggu-nunggu dan menanti-nanti ada kiriman wadah kursus dari langit yang segala sesuatunya sesuai selera Anda, ini hanyalah angan-anagan kosong.

Posisikan semuanya sebagai tantangan. Dan hanya tantanganlah yang dapat membuat kita semakin kuat. Bahkan, yang sangat ideal adalah: tempat kursus jauh dan biayanya mahal. Kalau ini berhasil Anda lewati, maka satu pintu sukses besar sudah terbuka lebar.

Kalau tidak menantang, biasanya males-malesan. Betapa kecewanya seorang guru, setelah semua dipermudah, biaya dipermudah, fasilitas dipermudah, materi bahasan juga dipermudah, tapi Anda tidak rajin hadir.

Ayo, cari kursus bahasa Arab. Jangan lagi banyak mikir soal biaya. Karena, semua bisa dinego. 🙂

TIPS AGAR PENGUSAHA BISA BAHASA ARAB SEUMUR HIDUP

Suatu ketika ada seorang pengusaha yang bertanya, “apakah saya harus libur sebulan penuh untuk memperdalam bahasa Arab?”

Jawabannya ada dua:

Pertama. Dari segi usia bahwa usia kita bukanlah lagi berada pada periode usia belajar sebagaimana halnya anak-anak.

Ada pola belajar berbeda antara kita dan anak-anak, dari segi penentuan waktu belajar. Kalau anak-anak tinggal di pondok, jangankan 1 bulan, bahkan 1 – 6 tahun pun mereka bisa. Karena mereka memang sedang berada pada periode usia belajar seperti itu.

Seusia kita, apalagi sudah punya kesibukan harian sebagai pengusaha, tentu akan kesulitan untuk menyediakan waktu. Jangankan 1 bulan atau hitungan tahun, sedangkan satu minggu saja mungkin agak susah. Bahkan satu hari full seminggu sekali saja mungkin susah. Itu pengalaman kami ketika mengadakan program bahasa Arab.

Tapi kalau memang itu mau dilakukan juga tidak ada masalah. Tinggal mencari waktu & lembaga yang cocok dan metode yang menjawab kebutuhan bahasa Arab.

Namun ada poin yang Kedua yang perlu dijelaskan…
Bahwa usia kita yang sudah punya kesibukan atau rutinitas sehari-hari seperti ini, entah sebagai pengusaha, ibu rumah tangga, pegawai, karyawan, buruh, atau apa pun itu, justru sebetulnya yang lebih tepat itu adalah program intensif tapi jangkanya panjang.

Misalnya pertemuan seminggu sekali atau dua kali atau tiga kali. Sekali pertemuan bisa 1 atau 2 jam. Yang penting bisa di langsungkan jangka panjang. Bukan lagi tahunan, tapi bahkan seumur hidup.

Ini lebih efektif untuk dikembangkan dan dijalankan. Jadi, satu sisi kita tidak sama sekali mengurangi aktivitas atau profesi rutin yang sudah kita jalankan, saat yang sama kemampuan bahasa Arab kita juga dapat berkembang.

Kelemahan dari program mondok seperti 1 bulan full itu, adalah karena kita betul-betul jauh dari aktivitas atau kesibukan yang lain-lain.
Jadi hanya satu bulan itu saja kita terkondisikan untuk belajar bahasa Arab. Begitu sudah selesai program satu bulan, ada semacam shock culture, atau keterkejutan budaya.
Kita serba bingung bagaimana agar pola belajar yang satu bulan itu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah aktivitas kita bekerja, berkeluarga, sekolah, kuliah, bertani, berladang, dan lain sebagainya.

Penguasaan bahasa Arab yang sudah kita dapatkan selama satu bulan itu akan hilang ketika bergumul lagi dengan kegiatan sehari-hari.

Ini sering terjadi pada kawan-kawan yang mengikuti program seperti itu. Jangankan yang cuma mondok 1 bulan. Sedangkan yang mondok selama bertahun-tahun pun, begitu selesai dari Pondok, lalu terjun dalam kehidupan sehari-hari akhirnya disibukkan oleh kegiatan tersebut yang tidak ada sangkut pautnya dengan bahasa Arab. Kemampuan bahasa Arabnya pun hilang, luntur, atau banyak lupanya.

Jadi memang lebih bagus adalah program yang intensif dan rutin hanya beberapa kali seminggu dengan durasi beberapa jam tiap pertemuannya, tapi berlangsung seumur hidup.

Pembagiannya bisa seperti ini:
1. Belajar tata bahasa Arabnya disusun kurikulumnya selesai 6 bulan.

2. Prakteknya dan penerapan bahasa Arabnya dilakukan seumur hidup.

Ini sangat logis. Karena setelah bahasa Arab kita kuasai, kan kita harus membaca referensi berbahasa Arab dalam bidang Fiqih, Aqidah, dan lain-lain, sampai kemudian buku tentang politik, ekonomi, bahkan bisnis dalam bahasa Arab, juga kitab-kitab dakwah, dll.

Buku-buku itu tentu tidak akan habis dibaca selama setahun apalagi kalau mau dikaji dalam majelis kajian, itu bisa seumur hidup baru selesai dikaji. Bahkan bisa jadi usia kita sudah habis, kitab-kitab berbahasa Arab itu belum tentu selesai dikaji.

Nah, itulah program dan pola yang sangat kami rekomendasikan.
Belajar tatabahasa Arab sekian bulan, selanjutnya penerapan praktek Bahasa Arab pada kitab-kitab yang bisa dibedah seumur hidup. Setiap khatam satu kitab, pindah ke kitab yang lain dan itu dilangsungkan seumur hidup.

Ikuti komunitas yang menyelenggarakan program seperti itu. Insyaallah akan lebih efektif buat kemampuan bahasa Arab kita sekaligus menjaga kemampuan bahasa Arab itu agar tidak hilang sampai akhir hayat kita.

6 Tips Sukses Belajar Bahasa Arab

1- Segera Belajar Bahasa Arab. Cobalah untuk belajar bahasa Arab, minimal 1 x 1 minggu, dan minimal selama 1 tahun. Hadir di setiap pertemuan. Siapapun gurunya dan apapun metodenya. Minimal kita dapat pahala dan barokah, insyaallah. Jika ada dana…ikut kursus yang ada biayanya. Jika tidak ada dana….ikut kursus yang gratisan.
Untuk mendapat kursus gratis gampang sekali. Kalau kita main ke Masjid lalu bertemu dengan orang berjanggut dan celana menggantung, smpaikan saja padanya “Pak, ana mau belajar bahasa Arab sama Bpk”. Kalau dia bilang “Saya juga tidak bisa”, maka langsung kita ajukan pertanyaan “Siapa ustadz yang bisa bahasaArab untuk kita belajar bahasa Arab padanya?”.
Dan syukur-syukur jika memang kita punya kenalan orang yang sudah pandai bahasa ARab.
Namun, kadgkala kita berjumpa orang yang bisa bahasa Arab tapi tidak PD mengajar. Maka kita usahakan minta waktunya. Sebetulnya, ia bisa mengajar. Cuma secara mental mungkin belum siap mengajar formal. Maka, kita setting pertemuannya untuk berbincang santai tentang bahasa Arab. Setiap pertemuan hanya diisi dengan bertanya tentang kosakata baru dan bagaimana rumus-rumus membaca kitab gundul serta menerjemahkannya….dan langsung ambil contoh-contoh paragraf yang hendak dianalisis cara membaca dan menerjemahkannya.

Jika, ada sebuah kelompok belajar yang kita ikuti, maka walaupun jumlah peserta berkurang, bahkan habis, tapi kita jangan berhenti sampai sang Ustadz yang menutup forum belajar itu hingga waktu yang tidak ditentukan.
Dan jika itu benar-benar terjadi, maka segera cari guru baru dengan cara seperti di atas.
Ingat, di awal belajar jangan pilih-pilih metode dan jangan pilih-pilih guru.
Memang Metode dan Guru itu menentukan.
Banyak orang yang mencari guru yang bagus dan metode yang bagus. Tapi tidak banyak orang yang MEMPERBAGUS keistiqomahannya dalam belajar.

 

2- Rajin Baca Buku. Jika dana cukup lebih bagus beli. Jika belum cukup, jangan ragu untuk pinjam sama teman.
Ingat, buku apapun bagus dan pantas serta layak dibaca. Karena memang, semua penulis pasti menyusun buku untuk dibaca dan dipelajari. Setiap buku yang ditulis tentang bahasa Arab pasti ada saja orang yang cocok dengan buku itu. Belum ada satu buku yang ditulis lalu tidak seorangpun yang meyukainya.
Maka, pasti ada 1 atau lebih di antara buku itu yang cocok untuk antum.
Pola baca yang ana sarankan adalah begini: baca perhalaman. Jika ada yang antum bingung dan tidak mengerti maka dilewati saja segera dan pindah ke halaman atau topik atau bagian berikutnya. Jika satu buku penuh antum baca dan tidak faham-faham juga, tidak mengapa dan jangan berkecil hati…segera cari buku yang lain.
Buku yang bagus untuk pemula adalah buku yang dikarang oleh orang Indonesia (bukan karya terjemahan), tidak berjilid-jilid (cukup yang satu jilid saja dulu. Bukan jilid satu dulu ya…tapi buku yang benar-benar satu jilid saja), dan bukunya tipis2 saja (jangan yang tebal-tebal dulu).

3- Sering Bertanya. Setiap bertemu dengan kebingungan apapun atau keingintahuan apapun terhadap bahass Arab, segera catat. Dan tanyakan pada siapapun dan dalam kesempatan apapun, yang menurut kita beliau fahm bahasa Arab.

4- Budaya Berbahasa Arab.
Kita harus mulai membiasakan diri untuk menghidupkan budaya Arab dalam keseharian kita. Ingat, bukan budaya versi orang Arab. tapi budaya versi Arab Islam.
a. Mulai dari kata-kata misalnya: kita sudah harus membiasakan mengucapkan “Ana” dan “antum”. kalau ketemu teman ucapkan “kayfa haluk?”, kalau berpisah sm teman “Fii amaanillah”, kalau ada orang datang ke tempat kita “Ahlan wa sahlan”, dst.
b. Di laptop atau komputer yang biasa kita pakai harus segera di-install program supaya bisa mengetik Arab. Sekarang sudah ada cara install atau aktifkan program mengetik Arab tidak sampai 5 menit
c. Tulisan-tulisan tangan kita, khususnya agenda harian kita sudah mulai dibiasakan beraksara Arab. mMisal kita mau tulis rencana hari ini
“Saya akan pergi silaturrahmi”
tulis dengan
أذهب إلى صلة الرحم
meskipun kaidah bhs Arabnya masih salah tapi tidak apa-apa. Ini nanti akan jadi kebiasaan yang luar biasa.
Contoh lain, kalau antum ada rencana hari ini mau khithbah akhowat, ketik saja
خطبة المرأة

5- Mengajar / Sharing. Agar jika telah mendapatkan pemahaman (walaupun belum utuh dan sempurna) segera ajarkan pada yang lain. Karena mengajar itu akan mengikat memori. Cara mengajarnya cukup dengan format bincang santai dengan teman-teman. Tidak mesti formal. Tapi nanti, apabila pemahaman kita sudah semakin baik, maka kita harus mengajar secara formal dan intensif. Formal di sini artinya tidak harus berupa lembaga. Cukup kita kirim info kepada teman-teman, seperti ini “Yang mau belajar bahasa Arab, silakan datang pada hari jumat jam 06.00 WIB di rumah Ust Ahmad Dandung, Materi Ilmu Nahwu dan Shorof dasar. Gratis“.
Kalau sebuah kelompok yang kita ajar lalu bubar dalam waktu singkat, maka dalam waktu singkat juga kita harus segera mencari murid baru lagi.
Kegiatan mengajar ini jangan sampai berhenti.
Ana punya pengalaman pribadi, dan ana juga punya pngalaman memperhatikan teman-teman yang kami bina….bahwa dengan mengajar mereka lebih pesat perkembangannya.
Maka, ana punya pesan “mengajar intensif 1 tahun hasilnya bisa jadi akan sama dengan kalau kita hanya belajar selama 10 tahun. dan mungkin akan lebih baik lagi“.
Sudah merupakan axioma, bahwa orang yang mengajar pasti akan terdorong untuk lebih giat belajar. Dan dengan mengajar maka seseorang akan mendapatkan banyak pengalaman menghadapi berbagai macam pertanyaan dari peserta…ini membuat dia akan menjadi tambah kaya ilmu.

6- Doa. Berdoa yang ikhlas, tulus serta sungguh-sungguh. Dan juga doakan teman kita dan sebutkan namanya seperti ini “Yaa Allah, mudahkanlah Saudin, Mas Kholil, Bang Ihsan, Haji Wandy, Kang Yogi, Iwan Abu Nabila, Hardiman, Laode Tamrin, Ja’far Sandi, Bang Febri Jo, Pak Irfan NGP, untuk bisa bahasa Arab dengan baik“. Karena doa yang baik-baik akan diaminkan Malaikat dan akan diaminkan juga agar kita mendapat kebaikan yang sama

Dmikian, 6 TIPS untuk Sukses belajar bahasa Arab

“Bahasa Arab itu Penting, Mudah dan Menyenangkan”

 

Dikembangkan dari tulisan yang kami share tertanggal 07-10-2010

 

KIAT BERKONTRIBUSI PADA PROGRAM BAHASA ARAB

Yang harus hadir di jiwa pembelajar bahasa Arab itu salah satunya mentalitas Kontributif.

Harus militan dalam menghadirkan ide-ide kreatif untuk berkontribusi.

Jangan sampai menjadi pribadi yang terlena dalam ke-Dha’if-an kompleks seperti ini:
1. Ikut belajar Gratis
2. Fasilitas minta disamakan
3. (mending kalau rajin hadir. lha gimana kalau) Jarang hadir.
4. Banyak protesnya daripada mengerjakan latihannya.

= = = = =

Ini diantara kiat untuk tetap maksimal dalam berkontribusi, walau tidak dalam bentuk biaya, atau biaya tidak besar…misalnya begini:

Kalau Antum berkeinginan kuat untuk ikut suatu program dan tidak punya biaya, kemukakan saja kesiapan Antum untuk bantu-bantu sebar brosur, atau beres-beres ruang acara baik sebelum atau sesudah acara, dll


Kalau Antum serius ingin ikut dan berniat menunaikan pembayaran SPP suatu program, namun dana belum ada…maka Antum bisa ajukan dispensasi untuk diberi kelonggaran waktu pembiayaan. Minta waktu sampai beberapa bulan. Dan selama itu, Antum coba lakukan usaha-usaha yang menghasilkan. Seperti menjualkan buku, dll. Jadi, Antum sengaja mencari obyekan sampingan demi bisa berkontribusi di bahasa Arab.


Kalau biaya satu kelas adalah Rp 30 juta untuk satu paket, Antum bisa bantu cari donatur.
Atau Antum bantu rekrut peserta misalnya sebanyak 50 orang. Agar beban masing-masing peserta jadi ringan @ Rp 600 rb saja per orang.


Jika Antum punya keahlian di Sosmed, Copywriting, Marketing, Design, dll, maka optimalkanlah itu untuk membantu penyebaran dan sosialisasi program bahasa Arab yang Antum ikuti.

Pendek kata, berkontribusilah. Lalu nikmati program bahasa Arab itu hingga Antum benar-benar mahir berbahasa Arab.

Itu dalam posisi Antum sedang terbatas finansial.
Kalau Antum sedang di posisi finansial yang baik, TUNGGU APALAGI. Lakukanlah sesuatu.

Jangan biarkan Sang Guru, atau pengelola program bahasa Arab itu berjuang sendiri.
Yang itu artinya kesempatan berbuat baik terlewat begitu saja tanpa Antum berkontribusi sedikit pun….dalam bentuk apapun.

ZA

Serius Mau Jadi Pakar Bahasa Arab?

Anda mau jadi PAKAR bahasa Arab? Baik. Kalau begitu Anda harus pindah haluan. Tinggalkan semua jenis pekerjaan dan kesibukan. Fokus dan Full Time di Urusan Bahasa Arab. Jelajahi ratusan bahkan ribuan buku bahasa Arab. Datangi puluhan bahkan ratusan pakar bahasa Arab dari berbagai negeri. Lanjutkan Studi hingga jenjang doktoral di bidang bahasa Arab. Dan jangan lupa, Anda harus sadar sebagai orang yang jenius. Karena hafalan harus kuat.
Dan harus diingat, peluang orang untuk menjadi PAKAR itu sangaaaaat sedikit.

Tapi kalau hanya ingin sekedar LANCAR baca kitab, MAHIR ngomong Arab, dan JAGO nulis Arab….bekalnya cuma 2:

1) ISTIQOMAH dalam berlatih dan mempratekkan

2) AKTIF di Perkumpulan yang melazimkan bahasa Arab secara rutin.

dan SEMUA orang bisa melakukan itu. Sebab peluangnya sama. Dan tentu saja tidak ada syarat kejeniusan di sini. Background pendidikan dan profesinya, boleh apapun

😊👌

23022016

SAATNYA BERHENTI

Jaga keistiqomahan belajar bahasa Arabnya ya. Jangan berhenti hadiri suatu kursus atau majelis kajian bahasa Arab, hingga menemukan dan mendapatkan yang lebih baik dalam segala aspek.

Ya, hanya program baru yang lebih baiklah yang pantas menggantikan program lama yang tengah berjalan. Bukan tergantikan oleh rasa malas, hilang semangat, dan sejenisnya.

Berhenti itu saat ketemu dengan yang lebih baik. Bukan berhenti karena hilang semangat & hadir rasa malas.

PUSING

“Saya tiap belajar bahasa Arab koq pusing ya?”

 

Itu biasa dialami oleh pemula. Solusinya, kalau pusing ya istirahat dulu. Minum kopi atau apalah. Setelah fresh, lanjut lagi belajarnya. Lama2 hilangnya pusing.

Yang penting, jangan sekali-kali berhenti, tidak mau belajar lagi. Karena kalau berhenti, ya kapan pusingnya terobati. ☺️

Badai aja pasti berlalu koq. Apalagi pusing.